1.
IP address
Alamat IP (Internet Protocol
Address) atau sering disingkat IP adalah deretan angka biner antar
32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap
komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka
ini adalah 32-bit (untuk IPv4) dan 128-bit (untuk IPv6) yang menunjukkan
alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. Internet
Assigned Numbers Authority (IANA) yang mengelola alokasi alamat IP global.
Dalam pengertian lain, Internet
Protocol (IP) Address dapat diartikan alamat numerik yang ditetapkan untuk
sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan
Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya.
Walaupun alamat IP disimpan
sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan agar memudahkan manusia
menggunakan notasi, seperti 208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001: db8:
0:1234:0:567:1:1 (untuk IPv6). Internet Protocol juga memiliki
tugas routing paket data antara jaringan, alamat IP dan menentukan
lokasi dari node sumber dan node tujuan dalam topologi dari sistem routing.
Untuk tujuan ini, beberapa bit pada alamat IP yang digunakan untuk menunjuk
sebuah subnetwork. Jumlah bit ini ditunjukkan dalam notasi CIDR, yang
ditambahkan ke alamat IP, misalnya: 208.77.188.166/24.
Pengiriman data dalam jaringan
TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima. ip
address memiliki dua bagian, yaitu alamat jaringan (network address) dan alamat
komputer lokal (host address) dalam sebuah jaringan.
Alamat jaringan digunakan oleh
router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer lokal berada, semantara
alamat komputer lokal digunakan untuk mengenali sebuah komputer pada jaringan
lokal. Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
1. Alamat IP versi 4 (IPv4)
Alamat IP versi 4
(IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di
dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang
totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga
4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia.
Jumlah host tersebut didapatkan
dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga
nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255
dimana nilai dihitung dari nol. Sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296
host. Jadi bila host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka
dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
2. Alamat IP versi 6 (IPv6)
Berbeda dengan IPv4 yang hanya
memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai
4,294,967,296 alamat), IPv6 memiliki panjang 128-bit. Meskipun total alamatnya
mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat karena ada
beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus
juta saja.
IPv6, yang memiliki panjang
128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat.
Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat
yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk
infrastruktur routing yang disusun secara hirarki, sehingga
mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.
Sama seperti halnya IPv4, IPv6
juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika
dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6,
konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful
address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server
dinamakan dengan stateless address configuration.
Seperti halnya IPv4 yang
menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat
jaringan. Sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat
host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi
akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan
Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format
Prefix. Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373.
Subnet Mask
Subnet Mask merupakan istilah
teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit
yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak
suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
RFC 950 mendefinisikan penggunaan
sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah
nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host
identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang
didefinisikan, adalah sebagai berikut:
·
[+] Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh
network identifier diset ke nilai 1.
·
[+] Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh
host identifier diset ke nilai 0.
Setiap host di dalam sebuah
jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada
di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default
(yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun
subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet
atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.
Default
Gateway
Gateway adalah komputer
yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah
jaringan atau lebih. Di Internet, suatu alamat bisa ditempuh lewat gateway-gateway
yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data
sampai ke tujuan.
Kebanyakan gateway
menjalankan routing daemon (program yang mengupdate secara dinamis
tabelrouting). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router.
Gateway/router bisa berbentuk Router Box seperti yang di produksi Cisco, 3COM,
dll atau bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System
plus routing daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan
menjalankan program Routed atau Gated. Namun dalam pemakaian
Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup dipasang
gateway saja. Karena gateway/router mengatur lalu lintas paket data antar
jaringan, maka di dalamnya bisa dipasang mekanisme pembatasan atau pengamanan
(filtering) paket-paket data. Mekanisme ini disebut Firewall.
Sebenarnya
Firewall adalah suatu program yang dijalankan di gateway/router yang
bertugas memeriksa setiap paket data yang lewat, kemudian membandingkannya
dengan rule yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut
boleh diteruskan atau ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai
security yang melindungi jaringan internal dari ancaman dari luar. Namun dalam
tulisan ini Firewall digunakan sebagai basis untuk menjalankan Network Address
Translation (NAT).
Dalam FreeBSD, program yang
dijalankan sebagai Firewall adalah ipfw. Sebelum dapat menjalankan
ipfw, kernel generic harus dimodifikasi supaya mendukung fungsi firewall. Ipfw
mengatur lalu lintas paket data berdasarkan IP asal, IP tujuan, nomor port, dan
jenis protocol. Untuk menjalankan NAT, option IPDIVERT harus diaktifkan dalam
kernel.
Alamat ini digunakan untuk
mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada
pada suatu jaringan. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat
tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan
adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket
tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin
mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada jaringannya? Tidak efisien
jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian
bandwidth/jalur akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal
isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu,
dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat
broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket
tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada jaringan yang sama harus memiliki broadcast
address yang sama dan alamat tersebut tidak boleh digunakan sebagai nomor IP
untuk host tertentu.
Jadi, sebenarnya setiap host
memiliki 2 alamat untuk menerima paket: pertama adalah nomor IP yang
bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada jaringan tempat
host tersebut berada. Broadcast address diperoleh dengan membuat seluruh bit
host pada nomor IP menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35
atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2
segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111,
sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast
biasanya adalah informasi routing.
DNS
DNS (Domain Name System) atau
Sistem Penamaan Domain merupakan sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang
nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed
database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan
alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat
(mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email)untuksetiapdomain.
DNS menyediakan servis yang cukup
penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja
dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran
(routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan
nama domain, contohnyaadalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat
e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.
2. Topologi
Jaringan
Pengertian topologi
jaringan adalah suatu tehnik untuk menghubungkan komputer yang satu dengan
komputer lainnya yang merangkai menjadi sebuah jaringan, dimana penggunaan
topologi jaringan didasarkan pada biaya, kecepatan akses data, ukuran maupun
tingkat konektivitas yang akan mempengaruhi kualitas maupun efiensi suatu
jaringan.
Ada bermacam macam topologi jaringan komputer yang banyak di
gunakan saat ini antara lain adalah Topologi Bus, Topologi Ring, Topologi Star,
Topologi Mesh, Topologi Linear, masing-masing jenis topologi ini mempunyai
kelebihan dan kekurangannnya sendiri.
Macam-macam topologi jaringan komputer
1. Topologi Bus
Jenis topologi bus ini menggunakan kabel tunggal, seluruh
komputer saling berhubungan secara langsung hanya menggunakan satu kabel saja.
Kabel yang menghubungkan jaringan ini adalah kabel koaksial dan dilekatkan
menggunakan T-Connector. Untuk memaksimalkan penggunaan jaringan ini sebaiknya
menggunakan kabel Fiber Optic karena kestabilan resistensi sehingga dapat
mengirimkan data lebih baik.
Kelebihan
Topologi Bus :
·
Mudah
untuk dikembangkan
·
Tidak
memerlukan kabel yang banyak
·
Hemat
biaya pemasangan
Kelemahan
topologi bus :
·
Tidak
stabil, jika salah satu komputer terganggu maka jaringan akan terganggu
·
Tingkat
deteksi kesalahan sangat kecil
·
Sulit
mencari gangguan pada jaringan
·
Tingkat
lalu lintas tinggi / sering terjadi antrian data
·
Untuk
jarak jauh diperlukan repeater
2. Topologi Ring
Jenis topologi ring ini, seluruh komputer dihubungkan menjadi
satu membentuk lingkaran (ring) yang tertutup dan dibantu oleh Token, Token
berisi informasi yang berasal dari komputer sumber yang akan memeriksa apakah
informasi tersebut digunakan oleh titik yang bersangkutan, jika ada maka token
akan memberikan data yang diminta oleh titik jaringan dan menuju ke titik
berikutnya. seluruh komputer akan menerima setiap signal informasi yang
mengalir, informasi akan diterima jika memang sudah sesuai dengan alamat yang
dituju, dan signal informasi akan diabaikan jika bukan merupakan alamatnya
sendiri. Dengan kata lain proses ini akan berlanjut terus hingga sinyal data
diterima ditujuan.
Kelebihan :
·
Tidak
menggunakan banyak kabel
·
Tingkat
kerumitan pemasangan rendah
·
Mudah
instalasi
·
Tidak
akan terjadi tabrak data
·
Mudah
dirancang
Kekurangan :
·
peka
kesalahan jaringan
·
Sulit
untuk dikembangkan
·
Jika
salah satu titik jaringan terganggu maka seluruh komunikasi data dapat
terganggu
3. Topologi Star
Pada topologi jenis star ini, setiap komputer langsung dihubungkan
menggunakan Hub, dimana fungsi dari Hub ini adalah sebagai pengatur lalu lintas
seluruh komputer yang terhubung. Karena menggunakan proses pengiriman dan
penerimaan informasi secara langsung inilah yang menyebabkan biaya
pemasangannya juga tinggi.
Kelebihan :
·
Deteksi
kesalahan mudah dilakukan
·
Perubahan
stasiun mudah dilakukan dan tidak mengganggu jaringan lain
·
Mudah
melakukan control
·
Tingkat
keamanan tinggi
·
Paling
fleksibel
Kekurangan :
·
Menggunakan
banyak kabel
·
Ada
kemungkinan akan terjadi tabrakan data sehingga dapat menyebabkan jaringan
lambat
·
Jaringan
sangat tergantung kepada terminal pusat
·
Jaingan
memakan biaya tinggi
·
Jika
titik komputer pusat terjadi gangguan maka terganggu pula seluruh jaringan
4. Topologi Tree
Topologi tree ini merupakan hasil pengembangan dari topologi
star dan topologi bus yang terdiri dari kumpulan topologi star dan dihubungkan
dengan 1 topologi bus. Topologi tree biasanya disebut juga topologi jaringan
bertingkat dan digunakan interkoneksi antar sentral.
Pada jaringan ini memiliki beberapa tingkatan simpul yang
ditetapkan dengan suatu hirarki, gambarannya adalah semakin tinggi kedudukannya
maka semakin tinggi pula hirarki-nya. Setiap simpul yang memiliki kedudukan
tinggi dapat mengatur simpul yang memiliki kedudukan yang rendah. Data dikirim
dari pusat simpul kemudian bergerak menuju simpul rendah dan menuju ke simpul
yang lebih tinggi terlebih dahulu.
Topologi tree ini memiliki kelebihan dan kelemahan yang sama
dengan topologi star antara lain :
Kelebihan :
·
Deteksi
kesalahan mudah dilakukan
·
2/
Perubahan bentuk suatu kelompok mudah dilakukan dan tidak mengganggu jaringan
lain
·
Mudah
melakukan control
Kekurangan :
·
Menggunakan
banyak kabel
·
Sering
terjadi tabrakan data
·
Jika
simpul yang lebih tinggi rusak maka simpul yang lebih rendah akan terganggu
juga
·
Cara
kerja lambat
5. Topologi Mesh / Jala
Topologi Mesh merupakan rangkaian jaringan yang saling
terhubung secara mutlak dimana setiap perangkat komputer akan terhubung secara
langsung ke setiap titik perangkat lainnya. Setiap titik komputer akan
mempunyai titik yang siap untuk berkomunikasi secara langsung dengan titik
perangkat komputer lain yang menjadi tujuannya.
Kelebihan :
·
Dinamis
dalam memperbaiki setiap kerusakan titik jaringan komputer
·
Data
langsung dikirimkan ke tujuan tanpa harus melalui komputer lain
·
Data
lebih cepat proses pengiriman data
·
Jika
terjadi kerusakan pada salah satu komputer tidak akan mengganggu komputer
lainnya
Kekurangan :
·
Biaya
untuk memasangnya sangat besar.
·
Perlu
banyak kabel
·
Perlu
banyak port I/O , setiap komputer diperlukan n-1 port I/O dan sebanyak n(n-1)/2
koneksi. Misalnya ada 4 komputer maka diperlukan kabel koneksi sebanyak
4(4-1)/2 =6 kabel dan memerlukan 4-1 = 3 port.
·
Proses
instalasi sulit dan rumit
6. Topologi Linear
Topologi ini merupakan perluasan dari dari topologi bus
dimana kabel utama harus dihubungkan ke tiap titik komputer menggunakan
T-connector. Topologi tipe ini merupakan jenis yang sederhana menggunakan kabel
RG-58.
Kelebihan :
·
Sederhana
jaringannya
·
Hemat
kabel
·
Mudah
untuk dikembangkan
Kekurangan :
·
Deteksi
kesalahan sangat kecil
·
Keamanan
kurang terjamin
·
Lalu
lintas data tinggi
·
Kecepatan
transfer tergantung kepada jumlah pengguna, kecepatan turun jika jumlah pemakai
bertambah
3. Protokol
Jaringan
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur
atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data
antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan
pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari
keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi
perangkat keras.
TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
Adalah standar
komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses
tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan
Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol
ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan
protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan
dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang
diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. Pada TCP/IP terdapat
beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP
mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis,
diantaranya adalah :
- Protokol lapisan aplikasi
- Protokol lapisan antar-host
- Protokol lapisan internetwork
- Protokol lapisan antarmuka jaringan
UDP ( User
Datagram Protokol)
UDP, singkatan
dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP
yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi
(connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
- Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
- Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi.
- UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
- UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.
Domain Name System
(DNS)
Domain Name System
(DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama
komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission
Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang
terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu
memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di
Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet
dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
- Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
- Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
- Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
Point-to-Point
Protocol
Point-to-Point
Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi
paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini
merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan
dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah
yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya
mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan
pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih
cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa
adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak
protokol-protokol jaringan secara simultan.
Serial Line
Internet Protocol
Serial Line
Internet Protocol dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
Disingkat dengan SLIP. Sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.
Disingkat dengan SLIP. Sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.
Internet Control
Message Protocol (ICMP)
adalah salah satu
protokol inti dari keluarga. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal
ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna.
salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo
Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat
dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.
protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer
jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa
komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
POP3 (Post Office
Protocol)
POP3 adalah
kepanjangan dari Post Office Protocol version 3, yakni protokol yang digunakan
untuk mengambil email dari email server. Protokol POP3 dibuat karena desain
dari sistem email yang mengharuskan adanya email server yang menampung email
untuk sementara sampai email tersebut diambil oleh penerima yang berhak.
Kehadiran email server ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari
komputer penerima email yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan
internet.
IMAP (Internet
Message Access Protocol)
IMAP (Internet
Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil
e-mail dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan
ia ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan
menghapus pesan e-mail yang ada. Kemampuan ini jauh lebih baik daripada POP
(Post Office Protocol) yang hanya memperbolehkan kita mengambil/download semua
pesan yang ada tanpa kecuali.
adalah suatu
protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik atau email di
Internet. Protokol ini gunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim
surat elektronik ke server surat elektronik penerima. Untuk menggunakan SMTP
bisa dari Microsoft Outlook. biasanya untuk menggunakan SMTP di perlukan
settingan :
1. Email Address:
contoh —> anda@domainanda.com
2. Incoming Mail
(POP3, IMAP or HTTP) server : mail.doaminanda.com
3. Outgoing (SMTP)
server : mail.domainanda.com
4. Account Name :
anda@domainanda.com
5. Password :
password yang telah anda buat sebelumnya
HTTP (Hypertext
Transfer Protocol)
HTTP (Hypertext
Transfer Protocol) suatu protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web).
HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari
server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan
oleh web server dan juga web browser sebagai respon
atas
perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.
Contohnya bila
kita mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser maka web browser
akan mengirimkan perintah HTTP ke web server. Web server kemudian akan menerima
perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang diminta oleh
web browser. Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web browser untuk
ditampilkan kepada kita.
HTTPS
https adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris. Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in the middle attacks. Pada umumnya port HTTPS adalah 443.
https adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris. Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in the middle attacks. Pada umumnya port HTTPS adalah 443.
Tingkat keamanan
tergantung pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser web dan
perangkat lunak server dan didukung oleh algorithma penyandian yang aktual.
Oleh karena itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai dengan ‘https://’ bukan dengan ‘http://’
Oleh karena itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai dengan ‘https://’ bukan dengan ‘http://’
SSH (Sucure Shell)
SSH adalah
protocol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara dua
komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh
mengirim file, membuat Tunnel yang terrenkripsi dan lain-lain. Protocol ini
mempunyai kelebihan disbanding protocol yang sejenis seperti Telnet, FTP,
Danrsh, karena SSH memiliki system Otentikasi,Otorisasi, dan ekripsinya
sendiri. Dengan begitu keamanan sebuah sesi komunikasi melalui bantuan SSH ini
menjadi lebih terjamin.
Telnet
(Telecommunication network)
Adalah sebuah
protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network.
TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu
standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap
sebagai risiko keamanan.
FTP ( File Transfer
Protocol )
FTP ( File
Transfer Protocol ) adalah sebuah protocol internet yang berjalan di dalam
lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file)
computer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP atau protocol
Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara klien dan
server, sehingga diantara kedua komponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi
komunikasi sebelum transfer data dimulai. FTP hanya menggunakan metode
autentikasi standar, yakni menggunakan User name dan paswordnya yang dikirim
dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguana terdaftar dapat menggunakan username
dan password-nya untuk mengakses ,men-dawnload ,dan meng- updlot berkas- berkas
yang ia kehenaki. Umumnya, para pengguna daftar memiliki akses penuh terdapat
berapa direkotri , sehingga mereka dapat berkas , memuat dikotri dan bahkan
menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar dapat juga menggunakan metode
anonymous login,yakni dengan menggunakan nama pengguna anonymous & password
yang diisi dengan menggunakan alamat e-mail. Sebuah server FTP diakses dengan
menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format
ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI
tersebut.
Tujuan FTP server
adalah sebagai beikut :
- Untuk men-sharing data.
- Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
- Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi User.
- Untuk menyediakan tranper data yang reliable dan efisien.
LDAP
LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP membentuk sebuah direktori yang berisi hirarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari negara (countries), organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.
LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP membentuk sebuah direktori yang berisi hirarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari negara (countries), organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.
SSL (Secure Socket
Layer)
SSL (Secure Socket
Layer) adalah arguably internet yang paling banyak digunakan untuk enkripsi.
Ditambah lagi, SSL digunakan tidak hanya keamanan koneksi web, tetapi untuk
berbagai aplikasi yang memerlukan enkripsi jaringan end-to-end.
Secure Sockets
Layer (SSL) merupakan sistem yang digunakan untuk mengenkripsi
pengiriman informasi pada internet, sehingga data dapat dikirim dengan aman. Protokol SSL mengatur keamanan dan integritas menggunakan enkripsi, autentikasi, dan kode autentikasi pesan.
pengiriman informasi pada internet, sehingga data dapat dikirim dengan aman. Protokol SSL mengatur keamanan dan integritas menggunakan enkripsi, autentikasi, dan kode autentikasi pesan.
4.
Kegunaan dan perbedaan dari modem, Hud,
dan switch
Modem
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator
merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa
(Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang
memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa
(carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.
Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi
dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan
bagian yang disebut “modem”, seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain
sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras
yang sering digunakan
untuk komunikasi pada komputer.
Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan
kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat
dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan radio.
Fungsi modem yaitu untuk mengubah sinyal digital menjadi
sinyal suara dan juga sebaliknya. Dewasa ini modem telah berkembang dengan
berbagai fasilitas yang cukup bermanfaat, misalnya voice modem. Dengan adanya
fasilitas voice modem ini, merubah fungsi modem bukan hanya sebagai penyambung
ke internet tetapi lebih dari itu, modem dapat menjadi saluran radio, audio,
percakapan telepon sampai streaming video.
Jenis-jenis
Modem
1. Modem internal
Modem internal bentuknya hampir sama dgn LAN card yang kita
pasangkan pada salah satu slot komputer dan menggunakan power suplply dari PC,
sementara modem eksternal sudah ada tempatnya yg menggunakan power supply yg
terpisah dr CPU dan pada umumnya sudah memiliki adaptor tersendiri, modem
eksternal tersambung pada komputer menggunakan kabel serial yg terkoneksi pada
port serial dibelakang PC dan isambungkan ke LAN card.
Keuntungan modem internal yaitu : Tidak banyak menggunakan
kabel, Harganya relatip lebih murah, Mencegah pengguna lain untuk bertindak
iseng terhadap modem karena berada dalam CPU
2. Modem eksternal
·
Tidak
menggunakan slot dalam komputer
·
Dapat
kita nyalakan atau kita matikan secara terpisah dr komputer
·
lebih
mudah kita pindahkan pada PC lain tanpa harus membongkar CPU
·
dilengkapi
dgn panel, LED, atau LCD yg menampilkan info tentang apa yg sedang kita lakukan
oleh modem. Hal tersebut cukup membantu kita apabila terjadi peremasalahan dlm
jaringan atau gangguan
3. Wireless modem
Wireless atau dalam bahasa indonesia disebut nirkabel, adalah
teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media
kabel.Cara Kerjanya adalah data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya
tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio
(seperti bluetooth pada komputer dan ponsel)dengan frekuensi tertentu.
Pemilihan modem internal ataupun eksternal ataupun wireless
modem tergantung pada selera kita, untuk saat ini sebagian org byk memilih
modem eksternal baik itu yg biasa atupun yg wireless modem apalagi sekarang
sudah byk propider-propider telepon seluler yg gencar - gencarnya mempromosikan
internetan tanpa batas, baik itu TelkomselFlash, im2, axis, 3 DLL
Hub
Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi
untuk menghubungkan peralatan-peralatan dengan ethernet 10BaseT atau serat
optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan
Hub berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi
satu buah kelompok jaringan.
Switch
Switch adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging
transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan
alamat MAC).
Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer
atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data
link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki
sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.
Switch berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP (
Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch
biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk
melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN.
Perbedaan
Modem, Hub & Switch
Modem menerima rangkaian pulsa biner dari periferal komputer, kemudian memodulasikarakteristik sinyal analog (level tegangan, frekuensi atau fasa) agar dapat disalurkan melalui saluran telepon atau cablelines. Sedangkan pada si penerima, sinyal yang ditumpangi ini oleh rangkaian demodulator dipisahkan kembali dari sinyal yang menumpanginya sehingga dapat. dibacaoleh komputer, proses ini dinamakan demodulasi.
Hub menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN. Hub adalah repeater dengan jumlah port banyak (multiport repeater). Hub tidak mampu menentukan tujuan; Hub hanya mentrasmisikan sinyal ke setiap line yang terkoneksi dengannya, menggunakan mode half-duplex.
Switch menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN, sama seperti hub. Perbedaannya adalah switch dapat beroperasi dengan mode full-duplex dan mampu mengalihkan jalur dan memfilter informasi ke dan dari tujuan yang spesifik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar